BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Biangkeke menggelar kegiatan sosialisasi dan pemanfaatan alat sapu penyaring sampah pantai. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir serta menumbuhkan kesadaran lingkungan di Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

Wilayah pesisir Desa Biangkeke yang memiliki potensi wisata dan aktivitas bahari kerap kali dihadapkan pada permasalahan sampah, khususnya sampah plastik berukuran kecil serta dedaunan yang bercampur dengan pasir. Melalui inovasi alat sapu penyaring ini, proses pembersihan area pantai menjadi jauh lebih efektif dan efisien karena mampu memisahkan sampah dari elemen pasir secara cepat.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan pengenalan fungsi dan mekanisme kerja alat kepada warga masyarakat serta pemuda setempat. Tak hanya pemaparan materi, mahasiswa KKN-T Unhas bersama warga juga melakukan demonstrasi dan aksi percontohan (clean-up) langsung di sepanjang garis pantai Desa Biangkeke untuk membuktikan efektivitas alat tersebut.

Masyarakat dan pihak pemerintah desa menyambut baik keberadaan inovasi tepat guna ini. Warga menilai alat sapu penyaring sampah ini sangat praktis, mudah digunakan, dan sangat membantu dalam menjaga estetika serta kebersihan kawasan pesisir yang menjadi salah satu ruang publik warga.

Melalui sosialisasi dan penyerahan alat ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan pantai dapat terus meningkat. Penjagaan lingkungan pesisir yang berkelanjutan tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat dan asri, tetapi juga mendukung potensi kawasan pesisir Desa Biangkeke agar semakin nyaman bagi warga maupun wisatawan.