Sidrap — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merealisasikan program kerja bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Penerapan Sistem Penyiraman Sprinkler Berbasis Teknologi Tepat Guna sebagai Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga dan Efisiensi Penggunaan Air" di Desa Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Teppo Tellang tersebut dimulai pukul 14.00 WITA hingga selesai, dan diikuti antusias oleh warga setempat yang selama ini mengandalkan metode penyiraman manual dalam mengelola lahan pekarangan mereka.
Program ini hadir sebagai jawaban atas persoalan klasik yang kerap dihadapi rumah tangga di kawasan pedesaan, yakni terbatasnya waktu dan tenaga untuk merawat tanaman pekarangan secara konsisten, sekaligus tingginya potensi pemborosan air akibat penyiraman yang tidak terukur. Melalui penerapan sistem sprinkler sederhana, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang aplikatif, efisien, dan dapat diadopsi secara mandiri oleh masyarakat.
Pelaksana program, Ahmad Dzulhidayat Samsul, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang bukan sekadar sebagai proyek fisik, melainkan sebagai upaya jangka panjang membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan rumah tangga.
"Kami ingin lahan pekarangan yang selama ini kerap terabaikan justru menjadi sumber ketahanan pangan keluarga. Dengan sistem sprinkler ini, warga tidak perlu lagi menyiram tanaman secara manual setiap hari, sehingga waktu dan tenaga mereka bisa dialokasikan untuk aktivitas produktif lainnya, sementara penggunaan air tetap terkontrol dan efisien," ujar Ahmad Dzulhidayat Samsul.
Ia menambahkan, pemilihan teknologi tepat guna dalam program ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, solusi yang ditawarkan kepada masyarakat desa harus selaras dengan kondisi ekonomi dan kapasitas teknis warga setempat, sehingga keberlanjutan program dapat terjamin meskipun masa KKN telah berakhir.
"Teknologi yang kami kenalkan sengaja dirancang sederhana namun fungsional, agar masyarakat mampu mengoperasikan bahkan mereplikasinya secara mandiri. Ini yang membedakan pendekatan kami: bukan sekadar memberi bantuan, tetapi mentransfer keterampilan," tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut memberikan pendampingan langsung kepada warga, mulai dari pemasangan instalasi sprinkler hingga edukasi mengenai prinsip kerja dan perawatan alat. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi objek program, tetapi juga terlibat aktif sebagai subjek yang memahami dan menguasai teknologi yang diterapkan.
Kepala Desa Maddenra menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan warga, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga di tengah tantangan efisiensi sumber daya air.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN sebagai wujud kontribusi nyata dunia akademik dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat desa secara langsung, konkret, dan berkelanjutan.
Kembali
Berita
Sulap Pekarangan Jadi Lumbung Pangan, Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi Sprinkler Hemat Air di Desa Maddenra
admin