Desa Buae, 3 Agustus 2026 – Mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin, Chandra Adi Nugraha, melaksanakan program kerja ATLAS (Aksi Tanggap Ancaman Rabies, Lindungi Anak Sekolah) sebagai bentuk edukasi kesehatan masyarakat mengenai rabies kepada siswa sekolah dasar di Desa Buae. Program ini dilaksanakan secara bertahap di SD Negeri 9 Arawa pada 23 Juli 2026, SD Negeri 2 Arawa pada 30 Juli 2026, dan SD Negeri 10 Arawa pada 3 Agustus 2026. Kegiatan terakhir berlangsung di SD Negeri 10 Arawa, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai.

Program ATLAS bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan anak-anak terhadap rabies sebagai penyakit zoonosis yang dapat ditularkan melalui gigitan, cakaran, maupun jilatan hewan penular rabies pada luka terbuka. Materi sosialisasi meliputi pengenalan rabies, cara penularan, tanda-tanda penyakit pada hewan dan manusia, langkah pertolongan pertama setelah tergigit hewan, serta pentingnya segera melapor kepada orang tua dan mengunjungi fasilitas kesehatan apabila terjadi gigitan.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, tanya jawab, serta simulasi sederhana agar siswa lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai interaksi mereka dengan anjing maupun kucing di lingkungan sekitar.

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Chandra Adi Nugraha menyampaikan bahwa edukasi sejak usia dini merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan rabies. Anak-anak termasuk kelompok yang berisiko tinggi mengalami gigitan hewan, sehingga pemahaman mengenai tindakan yang benar setelah gigitan sangat diperlukan untuk mencegah akibat yang lebih serius.

Salah seorang siswa, Yusran, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan. “Sekarang saya tahu kalau digigit anjing atau kucing tidak boleh dibiarkan. Luka harus segera dicuci dengan sabun dan air mengalir, lalu memberi tahu orang tua agar segera dibawa ke puskesmas,” ujarnya.

Melalui program ATLAS, diharapkan pengetahuan siswa mengenai rabies semakin meningkat sehingga mereka mampu menerapkan perilaku yang aman saat berinteraksi dengan hewan serta menjadi agen penyebar informasi bagi keluarga dan masyarakat. Program ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya pencegahan rabies melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan.