BONE, 5 September 2026 — Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) UPT SMAN 5 Bone sukses melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun 2026 pada 4–5 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema: “Menanamkan Pangngadereng, Membentuk Pemimpin Muda yang Cerdas Berkarakter dan Adaptif di Era Digital.”

Kegiatan LDKS diikuti oleh 120 siswa kelas X dan didukung oleh 25 orang panitia. Selama dua hari, para peserta mendapatkan berbagai materi kepemimpinan, karakter, organisasi, komunikasi, serta wawasan yang diharapkan mampu menjadi bekal bagi mereka dalam menjalankan peran sebagai pelajar sekaligus calon pemimpin masa depan.

Menariknya, LDKS tahun ini menghadirkan enam narasumber dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh perspektif langsung mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, komunikasi, organisasi, hingga tantangan generasi muda di era digital.

Pangngadereng sebagai Fondasi Kepemimpinan. Tema LDKS tahun ini tidak sekadar mengedepankan kemampuan berorganisasi. Nilai Pangngadereng yang merupakan bagian penting dari kearifan budaya Bugis menjadi salah satu fondasi yang ingin ditanamkan kepada peserta.

Pangngadereng mengajarkan pentingnya nilai-nilai kehidupan seperti ade’, bicara, rapang, wari, dan siri’, yang dapat menjadi landasan dalam membangun pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, menghargai sesama, serta mampu menjaga kehormatan diri dan lingkungan. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, siswa ditantang bukan hanya menjadi generasi yang cakap secara digital, tetapi juga tetap memiliki karakter yang kuat. Meneladani Jejak Alumni Hebat, LDKS juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa SMAN 5 Bone memiliki sejarah dan tradisi melahirkan alumni yang mampu berkiprah di berbagai bidang.

Sejumlah alumni SMAN 5 Bone telah menorehkan kiprah dan kontribusi di tingkat daerah hingga nasional. Di antaranya H. Andi Amran Sulaiman, yang telah dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia, serta H. Andi Asman Sulaiman, yang kini menjadi pemimpin nomor satu di Kabupaten Bone. Jejak para alumni tersebut menjadi inspirasi bagi peserta LDKS bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menyiapkan generasi yang kelak mampu mengambil peran di tengah masyarakat.

“Hari ini mereka adalah siswa. Namun, bukan tidak mungkin di antara 120 peserta LDKS ini kelak ada yang menjadi pemimpin daerah, pemimpin nasional, akademisi, profesional, pengusaha, maupun tokoh yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” menjadi semangat yang mewarnai kegiatan tersebut.

Ketua Panitia LDKS 2026, Fadli, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan selama dua hari, tetapi mampu memberikan perubahan sikap dan pola pikir kepada seluruh peserta. LDKS diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala UPT SMAN 5 Bone, H. Andi Harbin Nur, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan LDKS sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan peserta didik. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.

LDKS 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membentuk generasi SMAN 5 Bone yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai budaya. Dari SMAN 5 Bone, kepemimpinan tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi dilatih melalui pengalaman, dibentuk melalui karakter, dan diwariskan melalui keteladanan.

Hari ini belajar memimpin diri, esok siap memimpin negeri.