Mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Kelurahan Banyorang melaksanakan program kerja posko bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Bank Sampah Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Anorganik yang Bernilai Jual” pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SMPN 1 Tompobulu, Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Program kerja ini merupakan salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah, khususnya sampah anorganik yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. Melalui keberadaan bank sampah, sampah yang sebelumnya hanya menjadi limbah diharapkan dapat dikelola secara lebih terarah dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

Pelaksanaan program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Penerapan bank sampah menjadi salah satu langkah untuk mendorong pemilahan, pengumpulan, serta pemanfaatan sampah secara berkelanjutan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di lingkungan.

Program bank sampah tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi dan survei awal yang dilakukan mahasiswa KKN di lingkungan sekitar. Dari hasil pengamatan, masih terdapat peluang untuk meningkatkan pengelolaan sampah agar lebih terorganisir, terutama dalam hal pemilahan dan pemanfaatan sampah anorganik yang memiliki potensi ekonomi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep bank sampah kepada masyarakat dan pihak sekolah sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan selanjutnya disalurkan untuk dijual sehingga memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Dengan adanya pemahaman mengenai jenis sampah dan nilai ekonominya, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang seluruh sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna, tetapi dapat melihat adanya potensi pemanfaatan dari sampah yang masih memiliki nilai jual.

Kepala SMPN 1 Tompobulu menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menghadirkan program bank sampah ini. Program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada warga sekolah mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program bank sampah tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Keterlibatan pihak sekolah dan masyarakat menjadi bagian penting agar kegiatan yang telah dimulai dapat terus dikembangkan setelah mahasiswa KKN menyelesaikan masa pengabdiannya.

Mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Kelurahan Banyorang berharap program bank sampah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Selain membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah diharapkan dapat membuka peluang ekonomi dari sampah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berupaya mendorong terciptanya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, partisipatif, dan berkelanjutan di Kelurahan Banyorang. Program bank sampah diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah.