Warga Lembang Kantun Poya mendapat sosialisasi seputar layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sekaligus pengenalan Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), Rabu (05/08). Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai bagian dari program kerja individu.

Program ini dibawakan langsung oleh Indriani Sapan Mangetan, mahasiswa KKN Tematik Desa Wisata Unhas. Ia mengangkat tema tersebut karena melihat masih banyak warga yang belum sepenuhnya paham soal pentingnya dokumen kependudukan, mulai dari Kartu Keluarga, KTP Elektronik, Akta Kelahiran, Akta Kematian, sampai Kartu Identitas Anak. Padahal, dokumen-dokumen itu kerap jadi syarat wajib untuk urusan sekolah, kesehatan, pekerjaan, hingga hak-hak hukum warga sehari-hari.

Selain menjelaskan satu per satu jenis layanan dan persyaratan yang berlaku di Disdukcapil, dalam kesempatan itu warga juga diperkenalkan dengan Aplikasi IKD, semacam versi digital dari KTP-el yang sudah terhubung dengan sejumlah dokumen kependudukan lain dalam satu genggaman ponsel. Peserta diajak mengenal fitur-fitur di dalamnya, mulai dari menu Data Diri, Dokumen Kependudukan, layanan pengajuan secara daring, sampai cara memantau riwayat permohonan, tak ketinggalan langkah-langkah mengunduh dan mengaktifkan aplikasinya.

Kepala Lembang Kantun Poya turut hadir menyaksikan langsung jalannya sosialisasi. Ia menilai kegiatan ini membawa dampak yang cukup terasa bagi warganya, terutama dalam hal pemahaman yang selama ini masih minim.

"Manfaat utamanya adalah membuka wawasan masyarakat. Selama ini masyarakat hanya mendengar informasi dari orang lain maupun pemerintah, tanpa benar-benar memahami manfaat dan tujuan sebenarnya. Namun, setelah kalian paparkan, mereka mulai paham. Hal ini penting agar masyarakat tidak bersikap acuh tak acuh di kemudian hari, karena mereka telah menyadari pentingnya hal tersebut," ujar Kepala Lembang Kantun Poya.

Lebih lanjut, Kepala Lembang Kantun Poya menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program yang telah dijalankan mahasiswa KKN tersebut. Baginya, sosialisasi semacam ini menjawab kebutuhan warga yang selama ini kurang mendapat penjelasan mendalam soal kegunaan dokumen kependudukan maupun layanan digital yang sebenarnya sudah tersedia.

"Ya, itulah harapannya kita supaya mudah-mudahan masyarakat setelah adanya pemaparan ini masyarakat itu bisa tahu kegunaannya, tujuannya untuk apa, dan bagaimana," kata Kepala Lembang Kantun Poya menanggapi program kerja tersebut.

Lewat kegiatan ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap masyarakat Lembang Kantun Poya semakin sadar akan pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan, sekaligus terbantu dengan hadirnya Aplikasi IKD sebagai alternatif yang lebih praktis. Meski begitu, layanan tatap muka di kantor Disdukcapil tetap menjadi andalan utama untuk sejumlah pengurusan dokumen yang masih membutuhkan proses fisik.