Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Inventarisasi UMKM Pendukung Desa Wisata melalui pendataan kios dan pengrajin tikar di seluruh wilayah Lembang Kantun Poya, Toraja Utara.

Program ini bertujuan mendata dan menginventarisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpotensi mendukung pengembangan Desa Wisata, sebagai data dasar bagi pemerintah desa dalam mengidentifikasi potensi ekonomi lokal. Hasil pendataan ini juga akan dimasukkan ke dalam Peta Potensi dan Peta Digital desa.
Kegiatan dilaksanakan melalui pendataan langsung ke setiap kios dan pengrajin tikar di empat dusun, meliputi Dusun Tondon Tagari, Petobanan, Kantun Se'pon, dan Poya. Setiap UMKM didata mulai dari identitas pemilik, jenis usaha, produk yang dihasilkan, hingga potensi kontribusinya terhadap kebutuhan wisatawan maupun sebagai produk khas desa.
Penanggung jawab program, Windi Ivana Devia, menjelaskan bahwa pendataan ini dirancang untuk menjadi arsip resmi yang memudahkan pemerintah desa dalam pembinaan, pengembangan, dan perencanaan program Desa Wisata ke depan.

"Kami berharap kerajinan tikar di Lembang Kantun Poya tetap lestari hingga anak cucu, tidak hilang ditelan zaman, dan dapat terus berkembang sebagai salah satu potensi wisata desa," ujar salah satu pengrajin tikar di Lembang Kantun Poya.

Hasil pendataan mencatat total 41 UMKM pendukung Desa Wisata, terdiri dari 11 unit kios dan 30 pengrajin tikar. Dari jumlah tersebut, 30 UMKM berpotensi menjadi produk khas desa melalui kerajinan tikar, sementara 11 UMKM berpotensi mendukung kebutuhan wisatawan melalui produk sembako. Sebanyak 33 UMKM turut bersedia mencantumkan nomor kontak dalam database.
Secara sebaran wilayah, Dusun Kantun Se'pon tercatat sebagai dusun dengan jumlah UMKM terbanyak yakni 19 unit, diikuti Dusun Poya (8 unit), serta Dusun Tondon Tagari dan Petobanan yang masing-masing memiliki 7 unit UMKM.

"Saya berharap kios ini semakin laris dan bisa terus memenuhi kebutuhan Masyarakat serta pengunjung," ujar salah satu pemilik kios di Lembang Kantun Poya.

Melalui program inventarisasi ini, mahasiswa KKN Tematik Desa Wisata Gelombang 116 Unhas berharap data UMKM di Lembang Kantun Poya dapat menjadi rujukan berkelanjutan bagi pemerintah desa, sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal dan pengembangan potensi wisata berbasis kerajinan dan usaha masyarakat setempat.