Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja Penyusunan Panduan Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kantor Desa Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun panduan pelayanan yang dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dan perangkat desa dalam proses pengurusan administrasi kependudukan sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan mudah dipahami.

Program kerja ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan tata kelola pelayanan publik. Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan KKN-T di Desa Kampale, mahasiswa menemukan bahwa masih terdapat masyarakat yang datang ke kantor desa tanpa membawa persyaratan administrasi yang lengkap karena kurangnya informasi mengenai prosedur dan dokumen yang harus dipenuhi. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat harus kembali melengkapi berkas, sehingga proses pelayanan menjadi kurang optimal dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T berinisiatif menyusun sebuah panduan pelayanan administrasi kependudukan yang memuat informasi mengenai jenis-jenis pelayanan, persyaratan administrasi, prosedur pengurusan, serta alur pelayanan yang berlaku di Kantor Desa Kampale. Panduan tersebut mencakup berbagai layanan administrasi, seperti pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Tidak Mampu, serta layanan administrasi lainnya yang menjadi kewenangan pemerintah desa. Agar lebih mudah diakses oleh masyarakat, panduan disusun menggunakan bahasa yang sederhana dan disajikan dalam bentuk banner informasi yang dipasang di area pelayanan kantor desa.

Inayah Aura Balqis, Penanggung Jawab Program Kerja Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Administrasi Publik, Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa penyusunan panduan pelayanan merupakan langkah sederhana yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pemerintah desa.

“Melalui penyusunan panduan pelayanan administrasi kependudukan ini, kami berharap masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan dan prosedur setiap jenis layanan sebelum datang ke kantor desa. Dengan demikian, proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan efisien, sekaligus membantu perangkat desa dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Penyusunan panduan dilakukan melalui koordinasi dan konsultasi bersama perangkat Desa Kampale guna memastikan bahwa seluruh informasi yang disajikan telah sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pelayanan yang berlaku. Setelah proses penyusunan selesai, panduan tersebut diserahkan kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan sebagai media informasi sekaligus pedoman pelayanan bagi masyarakat.

Pemerintah Desa Kampale memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program kerja ini karena dinilai mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Keberadaan panduan pelayanan diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memahami prosedur pengurusan dokumen, mengurangi kesalahan dalam pemenuhan persyaratan, serta menciptakan pelayanan yang lebih tertib, cepat, dan transparan.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap panduan pelayanan administrasi kependudukan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Desa Kampale. Selain menjadi media informasi bagi masyarakat, panduan ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah desa semakin meningkat.