Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Angkatan 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi pemanfaatan potensi lokal melalui pengolahan hasil perikanan di Desa Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program kerja individu yang dilaksanakan oleh Olivia Nanda Suhad, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), mengusung program “GEMARI: Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Nila Daun Kelor untuk Peningkatan Gizi dan Nilai Tambah Produk Lokal Desa Kampale.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/07/2026) di Rumah Ibu Hj. Ramna, Dusun II, Desa Kampale. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan nila dan daun kelor menjadi produk pangan inovatif yang bergizi, bernilai ekonomi, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Desa Kampale memiliki potensi sumber daya lokal berupa ikan nila dan daun kelor yang melimpah. Namun, pemanfaatannya sebagai produk olahan bernilai tambah masih belum optimal. Melalui program GEMARI, masyarakat diperkenalkan dengan inovasi pengolahan nugget berbahan dasar ikan nila yang dikombinasikan dengan daun kelor sebagai upaya diversifikasi pangan dan peningkatan nilai ekonomi produk lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kampale, Ashar Sose, S.E., beserta istri, ibu-ibu PKK, serta masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya konsumsi ikan, manfaat daun kelor, serta peluang pengembangan produk olahan hasil perikanan. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan nugget ikan nila daun kelor mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian produk.
Menurut Olivia Nanda Suhad selaku Penanggung Jawab Program Kerja GEMARI, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi produk olahan hasil perikanan yang bergizi dan bernilai ekonomi.
"Saya ingin berbagi pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengolah ikan nila dan daun kelor menjadi produk pangan yang bergizi, memiliki nilai tambah, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan. Harapannya, masyarakat dapat mempraktikkan pembuatan nugget ikan nila daun kelor secara mandiri sehingga menjadi alternatif pangan bergizi sekaligus peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga," ungkapnya.
Kepala Desa Kampale, Ashar Sose, S.E., bersama ibu-ibu PKK mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat dalam memanfaatkan bahan lokal menjadi produk olahan yang praktis, bergizi, dan memiliki nilai jual.
Melalui program GEMARI, diharapkan masyarakat Desa Kampale mampu mengembangkan nugget ikan nila daun kelor sebagai inovasi pangan lokal sekaligus peluang usaha yang mendukung peningkatan nilai tambah produk perikanan.
Kembali
Berita
Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal Melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Nila Daun Kelor di Desa Kampale
admin