Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan pembuatan kerupuk berbahan dasar nasi sisa bagi warga Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (24/07/26).

Program tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik Pemberdayaan Desa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin 2 tentang Tanpa Kelaparan. Kegiatan ini bertujuan mengurangi limbah pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

Kegiatan yang berlangsung di rumah Ibu Kasmi ini dihadiri oleh ibu-ibu rumah tangga setempat serta diikuti oleh seluruh anggota KKN-T 116 Kelurahan Banyorang. Antusiasme peserta terlihat dari padatnya kehadiran warga yang duduk mengelilingi hasil olahan kerupuk yang telah dikemas dalam plastik, sembari menyimak pemaparan materi dari mahasiswa.

Penanggung jawab program Muh Rizki, memaparkan metode pengolahan nasi sisa yang selama ini kerap terbuang menjadi camilan kerupuk siap konsumsi maupun siap jual. Selain demonstrasi langsung, tim juga membagikan pamflet panduan berisi langkah-langkah pembuatan kerupuk agar dapat dipraktikkan kembali secara mandiri oleh warga di rumah masing-masing.

Proses pembuatan kerupuk nasi sisa yang didemonstrasikan tergolong sederhana. Nasi sisa terlebih dahulu diolah dengan campuran bumbu dapur, kemudian dicetak dan dijemur hingga kering, sebelum akhirnya digoreng menjadi kerupuk renyah yang dapat langsung dikonsumsi atau dikemas untuk dijual.

“Program ini saya rancang bukan hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu rumah tangga di Banyorang. Kerupuk nasi ini bisa menjadi usaha rumahan yang menambah penghasilan keluarga," ujar Muh Rizki.

Ia menambahkan, ide pelatihan ini lahir dari nasi sisa yang merupakan salah satu jenis limbah rumah tangga yang cukup sering dihasilkan namun jarang dimanfaatkan kembali. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, nasi sisa dapat disulap menjadi produk pangan bernilai jual.

Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga (Sriwahyuni) peserta pelatihan, turut menyampaikan kesannya usai mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat bagi ibu rumah tangga. Kami jadi bisa menghasilkan cuan karena bisa melakukan penjualan atau usaha kerupuk dari nasi sisa," tutur Sriwahyuni.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja KKN Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Tahun 2026 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin di Kelurahan Banyorang. Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat meninggalkan bekal keterampilan yang terus dimanfaatkan warga untuk menopang perekonomian rumah tangga sekaligus mengurangi limbah pangan di lingkungan mereka.