BANTAENG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 dari Posko Ulugalung 1 tematik perubahan iklim dan Ulugalung 2 tematik pemberdayaan desa menyelenggarakan program sosialisasi inovasi lingkungan. Kegiatan yang melibatkan masyarakat serta perangkat desa ini dilaksanakan di Kantor Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (4/8/2026) pukul 09.00 waktu setempat.
Agenda utama dalam kegiatan tersebut meliputi edukasi mengenai pembuatan briket dari limbah bonggol jagung serta pengenalan penggunaan tungku pembakaran minim asap. Kedua inovasi ini dipilih mahasiswa KKN-T sebagai solusi atas persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi warga desa, khususnya terkait pengelolaan limbah pertanian dan sampah rumah tangga yang belum tertangani secara maksimal.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume limbah bonggol jagung hasil pertanian masyarakat yang selama ini terbuang dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, sebagai daerah dengan sektor pertanian jagung yang cukup dominan, Desa Ulugalung menghasilkan limbah bonggol jagung dalam jumlah besar setiap musim panen. Selama ini, limbah tersebut kerap dibiarkan menumpuk atau dibakar begitu saja tanpa memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
"Kami melihat potensi bonggol jagung ini cukup besar, tapi selama ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh warga. Makanya kami coba berbagi cara pengolahannya menjadi briket yang punya nilai jual," ujar Ahmad Billah selaku PIC program kerja saat memberikan pemaparan materi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa bertujuan membagikan wawasan mengenai pengolahan limbah pertanian agar dapat diubah menjadi produk bernilai tambah dan ekonomis, yakni briket. Briket berbahan dasar bonggol jagung dinilai memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif pengganti kayu bakar maupun arang konvensional, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Selain itu, sosialisasi terkait tungku pembakaran minim asap juga dipaparkan sebagai solusi bagi masyarakat dalam mengelola sampah kering. Inovasi tersebut ditujukan untuk memfasilitasi proses pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan dan mencegah timbulnya polusi udara yang berpotensi merusak ekosistem sekitar, sekaligus menjaga kesehatan pernapasan warga yang selama ini terpapar asap pembakaran sampah secara konvensional.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode pemaparan materi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif secara langsung bersama warga di balai kantor desa. Masyarakat Desa Ulugalung menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang berlangsungnya acara. Hal tersebut tercermin dari partisipasi aktif warga dalam sesi tanya jawab serta diskusi mendalam mengenai teknis pengaplikasian inovasi tersebut di lingkungan mereka.
Dalam sesi diskusi, sejumlah warga mengemukakan pendapat bahwa inovasi pembuatan briket memiliki prospek ekonomi yang dinilai menguntungkan. Peluang usaha ini didukung oleh faktor ketersediaan bahan baku bonggol jagung yang sangat melimpah dan mudah didapatkan dari lumbung-lumbung jagung yang tersebar di wilayah Desa Ulugalung.
"Bonggol jagung ini kan selama ini cuma jadi sampah, dibuang atau dibakar saja. Kalau memang bisa diolah jadi briket dan punya nilai jual, ini peluang bagus buat kami, apalagi bahannya melimpah di sini," ungkap salah satu warga yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Mahasiswa KKN-T berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat terus mengembangkan dan menerapkan kedua inovasi tersebut secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang baik dari sisi ekonomi maupun kelestarian lingkungan di Desa Ulugalung.