Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Jose Enrico Septiawan, melaksanakan program kerja berupa Pelatihan Pembuatan dan Penggunaan WhatsApp Business serta Metode Pembayaran QRIS bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usahanya.
Pelatihan dilaksanakan di rumah kediaman Ibu Kasmi, salah seorang warga Kelurahan Banyorang, yang menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif dengan dihadiri oleh ibu-ibu rumah tangga serta para pelaku UMKM yang memiliki semangat untuk belajar dan mengembangkan usaha mereka melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan WhatsApp Business sebagai media komunikasi yang lebih profesional dengan pelanggan. Materi yang disampaikan meliputi cara membuat akun WhatsApp Business, mengatur profil usaha, membuat katalog produk, memanfaatkan fitur balas otomatis, hingga mengoptimalkan komunikasi dengan pelanggan agar lebih efektif dan efisien.
Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai salah satu metode pembayaran digital yang kini semakin banyak digunakan masyarakat. Peserta diberikan penjelasan mengenai manfaat QRIS, proses pendaftaran, serta cara menerima pembayaran secara non-tunai dengan mudah dan aman.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, serta mengikuti perkembangan transformasi digital yang semakin pesat. Digitalisasi usaha menjadi salah satu langkah penting agar UMKM mampu bersaing dan berkembang di tengah perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin modern.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi dan praktik. Para peserta aktif mencoba membuat akun WhatsApp Business, mengatur katalog produk, serta memahami mekanisme penggunaan QRIS sebagai alternatif pembayaran yang praktis. Pendekatan praktik langsung ini membuat peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Program kerja ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada peserta, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usaha. Dengan kemampuan digital yang lebih baik, para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing usahanya, memperluas akses pasar, serta meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu menciptakan usaha yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Tujuan 9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan mendorong pemanfaatan inovasi teknologi digital dalam pengelolaan usaha serta penerapan sistem pembayaran digital yang lebih modern.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Kelurahan Banyorang semakin siap menghadapi perkembangan era digital serta mampu memanfaatkan berbagai platform dan teknologi untuk meningkatkan kualitas usaha yang dimiliki. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis inovasi di tingkat desa dan kelurahan.
Dengan terlaksananya pelatihan pembuatan dan penggunaan WhatsApp Business serta metode pembayaran QRIS ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kelurahan Banyorang dapat terus mengembangkan usahanya secara mandiri, adaptif, dan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam memberdayakan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital yang inklusif di Kabupaten Bantaeng.