Desa Kading, Tanete Riaja – Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Kading melaksanakan program kerja unggulan “Rancang Bangun Insinerator Sederhana Sebagai Alternatif Pengolahan Sampah Residu di Desa Kading” pada 10 Agustus 2026 di Dusun Pasar Baru, tepatnya di area perdagangan Pasar Baru, Desa Kading. Pelaksanaan program ini didampingi oleh Ketua BPD Desa Kading sebagai bentuk kolaborasi dalam menghadirkan alternatif pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Program tersebut merupakan bagian dari KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 UNHAS yang berfokus pada pengembangan inovasi sesuai kebutuhan desa. Program insinerator ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya layanan pengangkutan sampah secara rutin di Desa Kading, sehingga masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam mengelola sampah, termasuk melakukan pembakaran sampah secara mandiri.
Penanggung jawab program menjelaskan bahwa insinerator dirancang sebagai sarana alternatif untuk mengolah sampah residu, yaitu sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pemilahan dan daur ulang. Alat ini dibuat menggunakan drum baja dan dilengkapi dengan ruang pembakaran, sistem aliran udara, serta laci penampung abu untuk mendukung proses pengolahan yang lebih terarah dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.

“Program ini kami hadirkan sebagai salah satu alternatif untuk membantu masyarakat dalam mengelola sampah residu, mengingat belum adanya layanan pengangkutan sampah secara rutin di wilayah ini. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat,” ujar mahasiswa KKN-T selaku pelaksana program.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T turut berkoordinasi dengan pihak desa dan masyarakat setempat. Ketua BPD Desa Kading turut mendampingi kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program dan pemanfaatan fasilitas tersebut di lingkungan masyarakat.
Kehadiran insinerator mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga menyampaikan rasa terima kasih atas adanya program tersebut karena sebelumnya masyarakat umumnya memilih untuk membakar sampah secara mandiri akibat tidak tersedianya layanan pengangkutan sampah.

“Kami berterima kasih karena adanya insinerator ini sangat membantu. Sebelumnya, karena tidak ada pengangkutan sampah, kami biasanya membakar sampah sendiri. Sekarang sampah bisa lebih mudah dimusnahkan dan tidak terlalu mengganggu lingkungan,” ujar salah seorang warga.

Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan sampah di kawasan Pasar Baru, sekaligus mendorong masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah secara lebih tertib dan bertanggung jawab. Pemilihan lokasi di area perdagangan Pasar Baru juga didasarkan pada aktivitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga menghasilkan sampah dari kegiatan sehari-hari.
Melalui pelaksanaan program unggulan ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 UNHAS Posko Desa Kading berupaya menghadirkan inovasi sederhana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan Desa Kading yang lebih bersih dan nyaman.