PAJALELE — Komitmen dalam mewujudkan tata kelola wilayah yang transparan serta berbasis data presisi ditunjukkan oleh Muh. Akhzan Akbar Alfarasi, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin. Ia sukses memformulasikan program pemetaan bertajuk “Pembuatan Peta Tematik Sarana dan Prasarana Kelurahan Pajalele sebagai Media Informasi Spasial Wilayah”, yang secara resmi diserahkan kepada pihak Pemerintah Kelurahan Pajalele.

Program ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan dasar terkait pengelolaan data aset dan infrastruktur publik secara akurat. Memanfaatkan integrasi teknologi Geographic Information System (GIS), Akhzan melakukan pemetaan mendalam terhadap 22 titik fasilitas umum dan sosial di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang. Pemetaan tersebut mencakup bidang-bidang strategis seperti sarana pemerintahan, layanan kesehatan, tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas olahraga, hingga jaringan air dan irigasi.

Inisiasi ini menghasilkan tiga produk luaran (output) utama: Peta Tematik Sarana dan Prasarana versi cetak fisik, Database Spasial Digital 22 Titik Fasilitas yang terstruktur, serta Papan Media Informasi Spasial yang dipasang secara permanen di lingkungan Kantor Kelurahan Pajalele sebagai sarana publikasi terbuka.

"Kehadiran peta tematik dan database 22 titik fasilitas ini dirancang sebagai jembatan informasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Harapan besar saya, karya ini tidak berhenti sebagai dokumen fisik saja, melainkan terus dimanfaatkan, diperbarui, dan dijadikan dasar pengembangan infrastruktur Kelurahan Pajalele ke depannya," ungkap Muh. Akhzan Akbar Alfarasi.

Berkat ketersediaan dokumen spasial ini, Pemerintah Kelurahan Pajalele kini memiliki acuan data ilmiah yang valid untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan, evaluasi kebutuhan sarana dan prasarana, serta perencanaan tata ruang wilayah yang berkesinambungan.