Bonto Lojong — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Angkatan 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan landing page pemasaran agrowisata Desa Bonto Lojong berbasis dwibahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Program ini menjadi salah satu inovasi digital untuk memperkenalkan potensi agrowisata Desa Bonto Lojong kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar daerah dan mancanegara.

Program tersebut dilaksanakan di Desa Bonto Lojong dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai media informasi dan promosi potensi wisata desa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Angkatan 116 Universitas Hasanuddin di bawah pendampingan Dosen Pendamping KKN (DPK), Dr. Marlina Achmad, S.Pi., M.Si., dengan Shalsa Anastsya Putri sebagai penanggung jawab program kerja.

Landing page yang dikembangkan dirancang sebagai pusat informasi digital mengenai potensi agrowisata Desa Bonto Lojong. Di dalamnya dapat disajikan berbagai informasi seperti destinasi wisata, potensi perkebunan dan pertanian, daya tarik lingkungan desa, aktivitas wisata, serta informasi pendukung lainnya yang dapat membantu calon wisatawan mengenal Bonto Lojong sebelum melakukan kunjungan.

Penggunaan dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, menjadi salah satu keunggulan program ini. Penyediaan informasi dalam Bahasa Inggris diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi sehingga informasi mengenai agrowisata Bonto Lojong tidak hanya dapat diakses oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh calon wisatawan dari berbagai negara.

Pengembangan landing page ini dilatarbelakangi oleh potensi Desa Bonto Lojong yang memiliki karakteristik wilayah pegunungan, suasana alam yang sejuk dan berkabut, serta potensi pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik agrowisata. Potensi tersebut membutuhkan media promosi yang mampu menyajikan informasi secara menarik, mudah diakses, dan dapat menjangkau masyarakat di luar wilayah desa.

Melalui platform digital tersebut, potensi agrowisata Bonto Lojong dapat diperkenalkan secara lebih luas sekaligus membangun identitas digital desa. Kehadiran landing page diharapkan dapat memudahkan wisatawan dalam memperoleh informasi mengenai destinasi dan potensi wisata sebelum berkunjung.

Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. Peningkatan promosi agrowisata diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pendukung pariwisata, seperti produk hasil pertanian, kuliner lokal, jasa pemandu, maupun usaha ekonomi kreatif lainnya.

Selain SDG 8, program ini juga sejalan dengan SDG 9, yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai inovasi dalam memperkenalkan dan memasarkan potensi agrowisata desa. Digitalisasi tersebut menjadi langkah untuk mendorong Desa Bonto Lojong agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dalam pengembangan sektor pariwisata.

Shalsa Anastsya Putri selaku penanggung jawab program kerja berperan dalam mengoordinasikan pelaksanaan pengembangan landing page, mulai dari proses perencanaan, pengumpulan informasi mengenai potensi agrowisata, hingga penyusunan konten yang akan ditampilkan dalam platform digital tersebut. Pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif bersama mahasiswa KKN dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan Desa Bonto Lojong.

Dr. Marlina Achmad, S.Pi., M.Si. selaku DPK turut memberikan masukan dalam pelaksanaan program ini agar pengembangan media digital dapat disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan Desa Bonto Lojong. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program tidak hanya menghasilkan produk digital, tetapi juga memiliki manfaat yang dapat berkelanjutan bagi masyarakat dan pemerintah desa.

Melalui landing page berbasis dwibahasa ini, mahasiswa KKN berupaya menghubungkan potensi alam dan pertanian Desa Bonto Lojong dengan perkembangan teknologi digital. Kehadiran media tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik promosi agrowisata, memperluas jangkauan informasi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Ke depan, landing page tersebut diharapkan dapat terus dikelola dan diperbarui oleh pemerintah desa maupun masyarakat dengan menambahkan informasi destinasi, kegiatan wisata, produk lokal, serta berbagai potensi baru yang dimiliki Desa Bonto Lojong. Dengan demikian, digitalisasi promosi tidak berhenti sebagai luaran KKN, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam mengembangkan Bonto Lojong sebagai salah satu destinasi agrowisata berbasis potensi lokal dan teknologi digital.