BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Biangkeke menggelar kegiatan pelatihan dan pembuatan briket bioarang berbahan dasar limbah sekam padi dan tongkol jagung. Program kerja yang mengusung tema pemberdayaan desa ini dilaksanakan di Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

Inovasi ini diusung sebagai solusi atas melimpahnya limbah hasil pertanian di Desa Biangkeke yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui sentuhan teknologi tepat guna yang sederhana, limbah sekam padi dan tongkol jagung diolah menjadi briket bioarang yang bernilai guna tinggi serta ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai potensi briket bioarang sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Setelah sesi teori, mahasiswa KKN-T Unhas mengajak warga untuk mempraktikkan langsung proses pembuatannya—mulai dari tahap pengarangan (karbonisasi), penghalusan dan penyaringan, pencampuran perekat tepung tapioka, hingga proses pencetakan dan pengeringan briket.

Kegiatan pelatihan ini disambut hangat oleh masyarakat dan pemerintah desa setempat. Warga antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan briket yang dinilai mudah dipraktikkan dan menggunakan bahan baku yang sangat melimpah di sekitar pemukiman mereka.

Melalui program pemberdayaan ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap briket bioarang tidak hanya menjadi solusi masalah sampah pertanian dan bahan bakar ramah lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru bagi warga Desa Biangkeke. Dengan pengelolaan yang konsisten, inovasi ini berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat lokal berbasis potensi desa.